Senin, 02 Februari 2009

Zona Nyaman

relax

Sering kita berpikir ribuan kali untuk menyerang dan bergerak maju, mengkhawatirkan berbagai hal, mempertimbangkan segala sesuatu. Tapi sesungguhnya dibalik semuanya itu kita hanya sibuk mengkhawatirkan diri kita sendiri. Kita khawatir akan terluka, akan sakit, lelah, capek dan akhirnya karena kita begitu menjaga diri kita maka kita lebih memilih mencari tempat yg paling nyaman buat kita dan terus bertahan disitu.

Kadang kita terlalu terlena di zona yang kita anggap aman dan nyaman. Dg dukungan finansial yg cukup, dengan suasana kerja yg nyaman, tapi kadang hal itu mengorbankan satu hal dari kita yaitu mimpi. Terkadang kita menganggap mimpi itu hanyalah angan2 belaka, tak mungkin jadi kenyataan.

Seringkali kita terlena saat kita sudah masuk ke zona nyaman. Saat kita merasa pintar dan berhenti mencari ilmu. Sehingga akhirnya kita menjadi orang bodoh karena ilmu terus berkembang.
Saat kita merasa sudah sukses dan memutuskan untuk bersenang senang dulu jg termasuk zona nyaman. Dan akhirnya orang lain menyusul kesuksesan kita.
Saat kita merasa sudah mencapai target penjualan bulan ini dan kita larut dalam kegembiraan berlebih, tiba tiba saja bulan berikutnya target gagal tercapai.

Itulah zona nyaman, zona yang memang saat itu tidak perlu keringat darah untuk melaluinya tapi justru menjadikan kita tidak siap menghadapi kejadian berikutnya. Karena mental kita telah lemah, dan smangat kita sudah hilang.
Suatu zona yang terasa nikmat tapi bisa membuat kita lemah.

So, keep on fighting.
Walaupun sepertinya kemenangan sudah ada dihadapan, tetep jaga smangat juang kita apapun yang terjadi.
Bangkitlah dari zona nyaman dan berusahalah mewujudkan mimpimu.

10 komentar:

Seno's Coffee mengatakan...

Wah bener banget tuh, sering kita merasa nyaman di zona yang sekarang padahal zona tersebut hanya akan mengurung dan membatasi kemampuan kita yang sebenarnya.

He..he... iya abis mudik nih, 10 hari g OL he..he..

Gimana kabare Mba? Salam buat putra-putrinya.

lidya mengatakan...

Harus terus waspada ya mbak, jgn senang di zona nyaman

bunda 4zka mengatakan...

bener banget tuh...
Yang penting qta tetap waspada ya...:)
Semangattttt!!!

Erik mengatakan...

Karena itu biasanya top manajemen membuat karyawannya tidak merasa dalam zona nyaman. Karena terlena dengan kondisi zona nyaman, cenderung membuat kita lengah.

Brigadista mengatakan...

merasa aman boleh tapi kan nggak boleh lengah dan puas begitu saja??

ziezie mengatakan...

assalamu'alaikum wrwb...maaf sis br sempet mampir lg stlh 3 minggu absen...btw betul setuju banget mba...kt harus menyiapkan diri dgn ilmu & skill walau dlm posisi nyaman agar jk kelak terusik nyaman itu kt sdh siap ekspansi

IjoPunkJutee mengatakan...

Dream=mimpi
Dream=Impian
mimpi tidak sama dengan impian

mimpi terjadi saat kita tidak sadar, tpai impian terjadi pada saat kita benar2 sadar (mengutip pendapat Ippho Santoso)

Buat suatu IMPIAN yang termamat besar...asal diiringi dengan DNA (Do and Action) untuk menggapainya.

~PakKaramu~ mengatakan...

Waduh Buk ! anak-anakini bakal ulamak

Amar mengatakan...

itulah sifat yang melekat di dalam diri kita mba'...

kita merasa aman dengan zona kenyamanan kita dan merasa perlu waspada akan bahaya bila kita keluar dari zona kenyamanan yang ada.

padahal jika kita mau saja untuk "menunda" zona kenyamanan tersebut...maka kita akan merasakan zona kenyamanan yang sebenarnya

^_^

aBe mengatakan...

Terima kasih informasinnya sangat bermanfaat, smoga menajdi amal Ibadah.Amin....

jadi ingat tentang pertumbuhan, saat kita keluar dari zona nyaman maka banyak hal baru yang akan dialami walaupun terkadang harus "sakit" dan itu lebih baik dari pada hanya diam, tidak bertumbuh...