Rabu, 21 Januari 2009

Renungan Sebelum Mengeluh

Sepertinya sering banget kita mengeluh terhadap keadaan yang dirasa tidak sesuai dengan keinginan kita. Entah itu soal kerjaan, rumah berantakan, yah.. macem2 lah.
Hari ini aku baca artikel dbc tentang renungan sebelum mengeluh. Langsung mengena di hati.
Coba kita renungkan sebelum kita mengeluh, nggrundel atau sambat bahasa jawanya, terhadap poin2 ini...

1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

3. Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.

4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup.

6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan.

9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti kamu.

11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

Renungan yang bagus.
Memang dbc tidak melulu mikirin membangun jaringan bisnis tapi juga membangun mental yang positif melalui motivasi2 yang terus diberikan termasuk bahan renungannya juga.
Bravo dbc

13 komentar:

Seno mengatakan...

Itulah keuntungan berbisnis online. Kita juga diajarkan bagaimana membangun mental dan kepemimpinan.

Renungan yang luar biasa. Mengeluh tidaklah menyelesailan masalah, justru hanya akan menambah masalah. Dengan bertindak dan senantiasa berpikir positif kita akan berhasil dalam hal apapun.

Alhamdulillah, g kebanjiran. Mudah2an besok2 juga g banjir. Amin. Gimana di Malang?

ziezie mengatakan...

subhanallah makasih mbaku..jd diingetin ttg syukur yang seringkali mudah luntur karena keluh kesah

ziezie veteriner mengatakan...

mampir lagi memperkenalkan rumah zie yang ke-2 mba

Shanty Mahanani mengatakan...

Refleksi mengagumkan...!
Ssalam kenal...!

Shanty Mahanani mengatakan...

Refleksi mengagumkan..!

Brigadista mengatakan...

alhamdulillaahh,... mari kita bersyukur bersama samaa,....

BundAditya mengatakan...

Terkadang kita memang hanya bisa mengeluh tanpa menyadari masih banyak sodara2 kita yang kurang beruntung. Renungan yang bagus mbak....

Blog Competition 2009 mengatakan...

hebat....syukur saya dapat menemukan blog anda..bertambahnya ilmu enterpreneurku...

Blog Cantik mengatakan...

Thanx atas kunjungannya , ya...!

apry mengatakan...

terimakasih udah sharing artikel. ditunggu ya artikel berikutnya

coffee break mengatakan...

`renungan sebelum mengeluh` ckckckckk.... bahkan mau mengeluhpun perlu renungan dulu ya bu?

lalu nanti ada lagi `renungan setelah selesai mengeluh` hehehehe....

salut deh buat pembuatan judul yang menarik. hhm... (kadang-kadang) begitulah seharusnya jurnalistik itu

dimana dulu dong magangnya? SEMENDARA!!!!!

btw lagi, ada situs semendara gak, fin? kalo belum ada, bikin yukkss? ntar kan bisa nulis kolaborasi, gmn? send me imel if you`re interesting

Sepur Kluthux mengatakan...

intinya kita hidup jangan hanya mengeluh.
sabar jika mendapat musibah , dan
syukur jika mendapat karunia.
ngono to mbakyu...

etikush mengatakan...

Ke pasar beli telur puyuh
Beli telur puyuhnya nanti
Renungan sebelum mengeluh
Langsung mengena di hati